MAKALAH

SEMINAR KELAS

XI.IA.2

“Kenakalan Remaja di Kab. Tanah Datar”

Oleh

Indah Maydila Sandi

NIS : 9936730584

Dinas Pendidikan Kab. Tanah Datar

SMA Negeri 3 Batusangkar

(Program Layanan Keunggulan)

T.P. 2009/2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat yang telah diberikan Allah S.W.T. hingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam kurung waktu yang telah ditentukan.

Makalah ini tidak hanya dibuat atas dasar tugas yang telah diberikan guru bahasa Indonesia kepada penulis untuk nilai tugas. Tapi makalah ini juga dibuat untuk bisa menambah wawasan bagi pembaca hal-hal yang berkenaan dengan kenakalan remaja.

Makalah ini dibuat berdasarkan fakta dan realita yang ada di sekitar kita sesuai kebutuhan pembaca, situasi dan kondisi lingkungan saat ini. Kenakalan remaja yang semakin meningkat di era globalisasi saat ini semakin meresahkan masyarakat. Untuk itu, agar makalah ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengatasi dan menghindari terjadinya kenakalan remaja.

Terima kasih kepada seluruh orang yang sudah terlibat dalam pembuatan makalah ini, atas dasar pemikirannya, cerita atau pengalaman pribadinya untuk dibagikan kepada penulis dan pembaca, serta kepada orang-orang yang telah mau membantu dalam pencarian sumber makalah. Namu, karya ilmiah ini masih banyak kekuranagn dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dimohonkan kritik dan sarannya untuk bisa membuat makalah ini menjadi lebih baik.

Batusangkar, Januari 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Tujuan Penelitian

C. Rumusan Masalah

D. Metode Isi

BAB 2 PEMBAHASAN

A. Pengertian Kenakalan Remaja

B. Jenis-jenis Kenakalan Remaja

C. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

D. Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan

E. Mengatasi dan Mencegah Kenakalan Remaja

BAB 3 PENUTUPAN

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Untuk melengkapi nilai semester bahasa Indonesia, membuat makalah dengan bertemakan “Kenakalan Remaja” menjadi syarat bagi salah satu nilai tugas. Tema yang telah diangkat ini pun juga sesuai dengan hal-hal yang terjadi dikehidupan kita terutama di masyarakat Kabupaten Tanah Datar, yang mana remajanya banyak mendapat pengaruh dari luar dan masih berada pada masa transisi.

Masa remaja merupakan awal masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13-16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan. Dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis maupun secara social (Hurlock, 1973). Pada masa tersebut kemungkinan menjadi masa krisis yang dapat ditandai dengan kecendrungan munculnya perilaku menyimpang. Definisi menurut ahli, Kartono, ilmuwan sosiologi kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan “Gejala patologis social pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian social. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.”

Perilaku yang menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat mengganggu serta membahayakan tegaknya sistem social. Setiap penggunaan perilaku menyimpang secara tersirat mengharuskan untuk tetap menempuh jalur yang semestinya. Karena jika saja keluar dari sitem social yang berlaku berarti telah berperilaku salah. Untuk itu, kita harus bisa membedakan antara perilaku menyimpang ataupun tidak. Masalah kenakalan remaj mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan anak-anak nakal (juvenile court) pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Jenis-jenis kenakalan remaja yang dimasukkan dalam hukum itu :

1. Penyalahgunaan narkoba,

2. Seks bebas, dan

3. Tawuran antar pelajar.

Dari 3 jenis kenakalan remaja tersebut diatas, penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlaranglah yang sangat marak terjadi di Indonesia. Wlaupun begitu, seks bebas dan tawuran antar pelajar juga banyak terjadi di Indonesia. Hamper setiap hari kasus kenakalan remaja selalu kita temukan di media-media massa, diman sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, salah satu wujud dari kenakalan remaja adalah tawuran yang dilakikan para pelajar.

Data di Jakarta pada tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun-ketahun jumlah perkelahian dan korban yang cendrung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai 3 perkelahian ditiga tempat sekaligus (Tambunan, dalam e-psikologi, 2001). Persentase penggunaan narkoba pada remaja Indonesia pun mencapai 46%. Dan Departemen Sosial memberi estimasi jumlah prostitusi anak yang berusia 15-20 tahun angka 30% dari 40-150.000 sebagai pelacur anak.

Becker (dalam Soerjono Soekanto, 1988) mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsiakn hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu. Tetapi mengapa pada kebanyakkan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Kenakalan-kenakalan remaja yang dilakukan dibawah usia 17 tahun sangat beragam mulai dari perbuatan yang amoral dan anti social tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggar hokum. Seperti hal yang sering kita lihat di televise, Bang Napi selalu berkata “Kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan.”

Sebuah kata sederhana tapi mengandung sejuta makna. Banyak hal yang mempengaruhi seseorang untuk berbuat perilaku menyimpang. Salah satunya yaitu kesempatan, sedikit saja celah yang tersedia maka besarlah kemungkinan perilaku menyimpang itu terjadi. Tidak hanya itu, hasil beberapa penelitian ditemukan bahwa faktor lainnya adalah tidak berfungsinya orang tua sebagai figure tauladan bagi anak (Hawari, 1997). Suasana yang tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang tidak harmonis dapat menimbulkan bahaya psikologi bagi anak terutama dalam usia remaja. Selanjutnya Talent (1978) menambahkan anak yang mempunyai penyesuaian diri dan sosialisasi baik di sekolah, biasanya memiliki latar belakang keluarga yang harmonis, menghargai pendapat anak dan hangat. Faktor lain yang juga ikut mempengaruhi kenakalan remaja adalah konsep diri yang merupakan pandangan atau keyakinan diri terhadap keseluruhan diri, baik itu kelebihan ataupun kekurangan, sehingga mempunyai pengaruh besar dalam keseluruhan perilaku yang ditampilkan.

Berdasarkan data di atas, penulis ingin melakikan penelitian di daerah Kabupaten Tanah Datar, khusunya kota Batusangkar. Karena pada umumnya, remaja disini sangat mudah terpengaruh oleh budaya dari luar. Tampaknya belum ada peneliti yang mencoba mengambil daerah Batusangkar sebagai pusat penelitian ini. Dengan demikian, peneliti menjamin keaslian penelitian ini dan dapat dipertanggungjawabkan.

B. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui jelas apa kenakalan remaja yang banyak dilakukan remaja kota Batusangkar.

2. Untuk mengetahui faktor-fator penyebab terjadinya kenakalan remaja.

3. Untuk mengetahui peran masyarakat lingkungan orang tua ataupun guru.

4. Untuk mengetahui cara mengatasi dan mencegah kenakalan remaja.

C. Rumusan Masalah

1. Apa itu kenakalan remaja?

2. Jenis-jenis kenakalan remaja apa yang banyak terjadi di Kabupaten Tanah Datar?

3. Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja?

4. Apa peranan dari masyarakat, orang rua, ataupun guru di lingkungan?

5. Hal apa saja untuk mengatasi atau emcegah terjadinya kenakalan remaja?

D. Metode Isi

1. Diskusi,

2. Terjun langsung ke lapangan,

3. Data-data internet , dan

4. Buku sumber

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimoang sari norma-norma hokum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Kartono (ilmuwan sosiologi) mengemukakan bahwa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan “Gejala patologis social pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian social. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.”

Santrock mengemukakan bahwa kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai prilaku remaja yang tidak dapat diterima secara social hingga terjadi tindakan kriminal.

Kenakalan remaja merupakan perbuatan anak-anak yang melanggar norma social, norma hokum, norma kelompok dan mengganggu ketentraman kelompok. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, freesex, dan terlibat banyak tindakan criminal lainnya. Fakta ini tidak dapat diungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja zaman sekarang. Kini sudah banyak remaja yang kita temui sedang menghisap rokok, atau kadang kita melihat pelajar yang bentrok/tawuran hanya karena salah satu dari temannya tidak sengaja terserempet oleh siswa sekolah lain. Hal sekecil itu menjadi besar dengan adanya tawuran, dan menjadi satu tindakan kriminal. Padahal hal itu bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau melalui pihak yang berwajib. Bukan dengan main hakim sendiri.

B. Jenis-jenis Kenakalan Remaja

Berikut ini terdapat beberapa jenis kenakalan remaja yang banyak terjadi di kota-kota besar ataupun kota kecil seperti Batusangkar, yaitu :

1) Penyalahgunaan Narkotika

Fungsi utama narkotika dalam segi medis adalah sebagai analgetik untuk mengurangi rasa sakit dan penenang yang hanya digunakan rumah sakit untuk orang yang menderita sakit berat (misalnya kanker) dengan rekomendasi dokter atau diberikan kepada orang-orang yang akan menjalani operasi. Disamping itu, narkotika juga dapat menimbulkan efek halusinasi (khayalan), impian yang indah-indah atau rasa nyaman. Dengan timbul efek halusinasi inilah yang menyebabkan sekelompok masyarakat terutama kalangan remaja ingin menggunakan narkotila meskipun tidak sedang sakit menderita sakit. Hal itulah yang mengakibatkan penyelahgunaan obat ini (narkotika). Bahaya penggunaan narkotika yang tidak sesuai dengan peraturan adamya adiksi atau ketergantungan.

Adiksi adalh keracunan obat yang bersifat kronik atau periodic sehingga penderita kehilangan control terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya sendiri dan masyarakat. Beberapa jenis tanaman bahan narkotika dan obat bius antara lain candu atau opium, morfin, alcohol, kokain, ganja, atau mariyuana, kofein, LSD (Lansergic Adid Diethy Lamide) dan tembakau.

Kini tidak sedikit kita lihat banyak remaja Tanah Datar terang-terangan menggunakan narkotika walau hanya dalam bentuk lem. Remaja yang menganggap dirinya pria sejati, rela melakukan apa saja demi dikatakan pria sejati oleh teman-temannya. Berawal dari merokok, lalu mencoba narkotika dalam bentuk lem dan setelah itu malah mereka memperlihatkan kepada masyarakat bahwa keadaan mereka sedang berada di bawah alam sadar. Dan untuk rokok, tidak hanya dilakukan oleh para pria yang ingin dianggap tapi juga karena gengsi, sebab yang menawari rokok kepada pria tersebut adalah seorang wanita. Salah seorang wanita yang pernah penulis tanyai alasannya untuk mulai merokok adalah keadaannya yang saat itu sangat kacau hingga bergaul dengan orang yang salah hingga ia ditawarkan rokok dan saat itulah ia mulai yang namanya merokok.

2) Freesex

Freesex atau seks bebas atau perilaku seks diluar nikah terjadi sebagai akibat masuknya budaya barat. Budaya barat yang menganggap itu hal biasa, sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial yang berlaku pada masyarakat Indonesia. Masuknya paham Children of God (COG) sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pada dasarnya COG merupakan freesex (seks bebas) merupakan kebebasan hubungan seksual diluar nikah. Hubungan seksual diluar nikah menurut agama adalah dosa besar.

Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat menguatirkan para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Pacar bagi mereka, merupakan salah satu sentuk gengsi yang membanggakan hingga terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi yang menyamakan/menyetarakan hukum barat yang memperbolehkan seks bebas. Akibatnya, di zaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.

Ini tidak hanya dilakukan karena alasan kebablasan atau suka sama suka. Terkadang ini juga dijadikan sebuah pekerjaan tetap. Bahkan anak dibawah umur pun juga bisa menjual dirinya sebagai pelacur anak. Semua terjadi hanya karena alasan ekonomi yang mendesak. Bahkan, ada salah seorang yang pernah penulis temui saat terjun langsung ke lapangan, mengaku pernah melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya saat ia masih duduk di bangku SMP. Kini mas depannya hancur dan pacarnya malah melarikan diri. Atau bahakan yang lebih fenomenal yang terjadi di SMA Negeri 1 Batusangkar sekitar tahun 1990-2000 hampir setiap tahunnya ada siswa yang harus berhenti bersekolah karena harus bertanggungjawab atas kehamilannya. Dan tiap tahun itu jumlahnya selalu meningkat untuk kota Batusangkar.

3) Perkelahian Pelajar

Perkelahian antar pelajar dapat merusak dan memperlemah persatuan dan kesatuan para remaja terutama pelajar dan merusak nilai-nilai soisal. Peranan organisasi pelajar, seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), dan pramuka sangat penting didalam membentuk sikap dan tingkah laku para pelajar. Apabila terjadi masalah, selesaikan dengan musyawarah kekeluargaan atau melalui pihak yang berwajib, jangan dengan mengadu kekuatan fisik. Jangan sampai seperti yang terjadi beberapa bulan lau, siwa SMA Negeri 1 Batusangkar dengan siswa SMA Negeri 1 Sungai Tarab hanya karena masalah antar personal temannya.

Disamping contoh yang telah dikemukakan tadi, masih banyak bentuk kenakalan remaja. Misalnya kebut-kebutan, minum-minuman keras, bolos sekolah, membunuh, berbohong, keluyuran, mencuri, aksi corat-coret pagar atau di tembok, dan banyak lagi. Yang lebih lagi, kini dengan adanya geng-geng baik itu geng motor ataupun geng mobil yang bersifat negative. Masih jelas dalam ingatan warga Tanah Datar saat kejadian beberapa bulan lalu yang melibatkan geng mobil Oxigen di Batusangkar. Akibat kebut-kebutan antar sesamanya, salah satu mobil dari anggota geng tersebut mengalami kecelakaan masuk ke jurang yang mengakibatkan 1 orang tewas, 1 orang koma, dan 1 orang luka-luak.bahkan ada juga pengaruh dari geng yang membuat seseorang yang dulunya patuh kepada orang tuanya, namun kini setelah bergabung dengan salah satu geng motor di Batusangkar membuat ia berubah menjadi anak yang sangat nakal hingga berani memberontak, bahkan menghardik orang tuanya.

C. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

Perilaku nakal remaja disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

· Faktor Internal

a. Krisis Identitas

Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan dan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja gagal mencapai masa integritas kedua.

b. Kontrol Diri yang Lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitupun bagi mereka yang telah mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan control di untuk bertingkah laku sesuai pengetahuannya.

c. Ketidakbahagiaan

Ketidakbahagiaan, timbul dari hilangnya tanggungjawab dan tidak adanya rasa bertanggungjawab (Weber,Christine.9 Langkah Meraih Kebahagiaan Hidup.2005). Ketidakbahagiaan seperti kebahagiaan, merupakan suatu pilihan yang tidak dapat dihindari, meskipun banyak orang bersumpah bahwa mereka tidak apat menghindari adanya ketidakbahagiaan. Ketidakbahagiaan itu juga merupakan suatu kebiasaan kebiaasaan yang sangat buruk yang bisa membuat kita kecanduan.

d. Penggunaan Waktu Luang

Kegiatan dimasa remaja hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila melakukan hal positif tentu tidak masalah, yang menjadi masalah jika kegiatannya negatif, maka lingkungan dapat terganggu. Perbuatan negative ini hanya terdorong rasa iseng saja untuk mengisi waktu serta untuk menarik perhatian lingkungan.

e. Masalah yang Dipendam

f. Dasar-dasar Agama yang Kurang

· Faktor Eksternal

a. Keluarga

Perceraian orang tua, ketidakharmonisan keluarga, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negative pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak bisa menjdikan penyebab kenakalan remaja.

b. Pengaruh Kawan Sepermainan

Memiliki banyak kawan adalah satu bentuk prestasi sendiri bagi remaja. Pengaruh kawan bermain bukan hanya membanggakan si remaja tetapi bahkan juga pada orang tuanya. Namun, dalam hubungan teman, kita harus bisa memilih teman yang bisa mendapat pengaruh baik, bukan pengaruh buruk. Karena sesuai kata orang bijak, jika berteman dengan orang menjual minyak wangi, minimal kita akan wangi. Untuk realisasinya, jika berteman dengan orang yang memakai narkotika, minimal kita akan merokok.

c. Komunitas atau Lingkungan Tempat Tinggal yang Kurang Baik

Anak dan remaja banyak belajar dari lingkungan atau komunitas dimana ia berada. Karena pengaruh yang sangat besar bisa terjadi didiri remaja dari bagaimana dia hidup bersosialisasi dengan lingkungannya.

d. Perkembangan IPTEK dan Era Globalisasi

Menurut sosiolog Akbar S. Ahmad (1997) bahwa media televisi di zaman modern telah menumbuhkan gejala pemujaan tubuh dan personifikasi gaya hidup remaja. Televisi ataupun media elektronik lainnya telah membius remaja akan penampilan tampak muda. Televisi bukan saja mempengaruhi sikap dan gaya hidup remaja, tetapi juga sanggup merubah idiologi seseorang bahkan mungkin agama. Ironisnya, tayangan dari media elektronik itu juga mengandung kekerasan, horor dan pornografi (Al-Ghifari,Abu.Kudung Gaul.2004). Dan sebagian besar hal-hal tersebut banyak ditiru oleh remaja zaman kini.

D. Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan

Sebenarnya menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para guru dan keluarga, tetapi semua orang. Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Peran guru tidak hanya sebatas tuga yang harus dilaksanakan didepan kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus didedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.

Terkesannya seorang guru adalah sosok sempurna yang dituntut tidak melakukan kesalahan sedikitpun. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk dan diketahui oleh murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang ia lakukan. Bahkan ada berita yang meruntuhkan citra guru adalah tentang penyiksaan oknum guru terhadap anak didiknya.

Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing remaja ke jalan yang benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya remaja sholeh sedangkan orang tuanya jarang melaksanakan sesuatu yang mencerminkan kesholehan. Jadi jangan heran apabila kenakalan remaja mencontoh pola kenakalan orang tua.

Keadaan lingkungan yang kurang baik juga akan mempengaruhi sikap serta tingkah laku dari para remaja. Bagi yang mendapat lingkungan dan pergaulan sekitarnya yang baik, para remajanya pun juga akan bersikap baik dan mengenal sopan santun. Dan bagi yang mendapat lingkungan dan pergaulan sekitarnya yang lebih buruk, para remajanya pun juga akan bersikap lebih buruk. Semua itu disebabkan oleh lingkungan pergaulan mereka sehari-hari. Apabila pergaulan sekitarnya baik, maka mereka akan terbiasa melihat dan melakukan kegiatan positif karena itu lazim di lingkungannya.

Kerja tim yang terdiri dari guru, orang tua, dan lingkungan (guru saat anak-anak, para remaja belajar bersosialisasi) harus dibentuk. Diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan intensif yang mendukung bagi pendidikan para remaja. Peran lingkungan pun harus lebih peduli, dengan mengganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.

E. Mengatasi dan Mencegah Kenakalan Remaja

Beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu :

· Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya sebagai orang tua boleh saja membirakan anak untuk melakukan apa saja yang masih dibatas kewajaran, apabila telah melewati batas yang sewajarnya, sebagai orang tua barulah memberitahunya apa dampak dan akibat dari perbuatan tersebut.

· Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

· Biarkanlah para remaja tetap bergaul dengan teman sebayanya, yang hanya berbeda umur 2-3 tahun lebih tua darinya, karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman yang tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa-bawa.

· Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti televisi, internet, handphone, computer, dll.

· Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

· Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti ibadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.

· Mendukung hobby dan bakat yang dimilikinya selama itu masih bersifat positif. Karena dengan melarangnya dapat mengganggu kepribadian dan kepercayaan dirinya.

· Menjadikan orang tua sebgai tempat curhat yang nyaman, hingga orang tua bisa membimbing dalam menyelesaikan masalah.

· Menanamkan dalam diri setiap remaja untuk malu dan takut berbuat jahat. Menumbuhkan rasa malu melakukan perbuatan yang sama sekali tidak benar. Dan menyadari bahwa suatu perbuatan tertentu tidak pantas, memalukan untuk dilakukan dan mengetahui uraian tentang akibat perbuatan buruk.

BAB 3

PENUTUPAN

A. Kesimpulan

Kenakalan remaja adalh suatu perilaku yang tidak dapat diterima masyarakat serta system yang berlaku. Jenis-jenis kenakalan remaja yang banyak terjadi di kota-kota besar ataupun di kota kecil Batusangkar adalah pemakaian narkoba, freesex, dan perkelahian antar pelajar.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku remaja disebabkan oleh faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Dalam mengatasi dan mencegah tejadinya kenakalan remaja sangat diperlukan peran dari orang tua, guru, dan lingkungan. Dan kasih saying, perhatian dan pengawasan dari orang tua juga dibutuhkan dalam mengatasi dan mencegah kenakalan remaja. Dan yang paling penting dalam mencegah ataupun mengatasi kenakalan remaja itu adalah kepribadian dari remaja tersebut.

B. Saran

Sebagai remaja yang masih dalam berkondisi labil dan banyak mendapat pengaruh dari luar, setiap remaja harus bisa mengendalikan diri dalam bertindak berdasarkan norma yang ada. Dalam bergaul pun setiap remaja harus bisa menentukan mana yang membawa pengaruh baik dan mana yang membawa oengaruh buruk. Yang pasti, setiap remaja harus bisa mengendalikan dirinya untuk selalu berperilaku positif.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghifari, Abu. 2004. Kudung gaul. Bandung: Mujahid

Webber, Christine. 2005. 9 Langkah Meraih Kebahagiaan Hidup. Jogyakarta: Platinum

www.AsianBrain.com. Kenakalan Remaja. 2009.

www.h4b13.wordpress.com. Hal-hal yang Mempengaruhi Timbulnya Kenakalan Remaja. 2008.

www.mathedu-unila.blogspot.com. Pengertian Kenakalan Remaja. 2008.

www.ubb.ac.id. Kenakalan Remaja, Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan. 2009.

www.wikimu.com. 2009.

www.wisnucahyono.wordpress.com. Kiat Pokok Mengatasi Kenakalan Remaja. 2008.

Comments (0)